Berita Terkini

Pemahaman Masyarakat Terutama Generasi Muda terhadap Pancasila

Kebumen – Mengusung tema " Pemahaman Masyarakat Terutama Generasi Muda terhadap Pancasila" Talkshow KPU Kebumen Menyapa Episode 38  menghadirkan Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Kebumen Bapak Parjono, S.Sos menjadi narasumber dan dipandu langsung oleh Putri Alifiani Solikha, Jumat (4/3). Pancasila memiliki fungsi mulai dari falsafah negara, pandangan hidup sampai dengan pengamalan pembangunan nasional tetapi pengalaman empiris di lapangan menunjukkan fakta masih kurangnya pemahaman masyarakat khususnya generasi muda terhadap fungsi Pancasila. Menanggapi hal tersebut Parjono menyampaikan bahwa saat ini masih banyak masyarakat terutama generasi muda hanya hafal saja dengan Pancasila tetapi belum bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya perkembangan teknologi yang membuat generasi muda lebih senang menggunakan gadget untuk hiburan semata dibandingkan untuk mempelajari dan menerapkan nilai-nilai pancasila. Lebih lanjut Parjono menjelaskan tentang pentingnya meningkatkan nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan demokrasi di Indonesia sehingga dalam melaksanakan demokrasi elektoral atau pemilu tidak melenceng dari tujuan akhir yang sesungguhnya yakni demi keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan Bangsa Indonesia. Saksikan selengkapnya video Talkshow KPU Kebumen Menyapa Ep.38, melalui tautan ini: https://youtu.be/st6lHW0Q6ak

Pertemuan Kelima Kursus Demokrasi dan Pemilu

Kebumen – KPU Kebumen kembali selenggarakan kursus kepemiluan bagi para siswa yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor KPU Kebumen, Rabu (2/3), di Ruang Rapat Kantor KPU Kebumen. Dzakiatul Banat, S.E., M.Pd Anggota KPU Kabupaten Kebumen Divisi Perencanaan Data dan Informasi hadir sebagai narasumber dan membawakan materi tentang Isu Gender dan Disabilitas dalam Penyelenggaraan Pemilu. Banat menyampaikan bahwa Gender adalah suatu konsep kultural atau konstruksi sosial budaya yang membuat perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang meliputi fisik, sifat, karakter, dan peran. Gender tidak bersifat kodrati dan tidak berlaku universal. Perbedaan gender sering dipersoalkan karena identitas gender yang dilekatkan pada perempuan seringkali merugikan perempuan. Hal ini bisa menimbulkan ketidakadilan dan/atau ketidaksetaraan posisi dan peran perempuan dalam keluarga dan ruang publik. Lima bentuk ketidakadilan/diskriminasi terhadap perempuan antara lain Marginalisasi, Kekerasan terhadap Perempuan, Subordinasi, Stereotype, dan Beban Ganda. Lebih lanjut, Banat menjelaskan bahwa penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemilih, peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu. Para peserta Kursus Demokrasi dan Pemilu nampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari antusiasme peserta dalam bertanya kepada pemateri.

Pemahaman Masyarakat terhadap Fungsi Partai Politik sebagai Sarana Pendidikan Politik

Kebumen – Talkshow KPU Kebumen Menyapa Episode 37 mengusung tema "Pemahaman Masyarakat terhadap Fungsi Partai Politik sebagai Sarana Pendidikan Politik" dengan menghadirkan kembali partai politik sebagai narasumber. Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kabupaten Kebumen Bapak H. Probo Indartono, SE, M.Si kali ini yang berkesempatan untuk hadir menjadi narasumber dan dipandu langsung oleh Dwi Agustiningsih, Jumat (25/2). Pada saat ini, masih banyak masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu yang beranggapan politik itu kotor, penuh kecurangan dan bahkan mengarah kepada pertengkaran. Menanggapi hal tersebut Probo menyampaikan bahwa di negara yang menganut sistem demokrasi menjadi hal yang wajar untuk masyarakat dapat bebas berpendapat, hanya saja sebaiknya masyarakat dapat menyampaikannya dengan etika politik. Etika politik ini dapat diterapkan jika masyarakat juga mendapatkan edukasi yang tepat terkait politik. Pemberian edukasi juga menjadi tanggungjawab semua elemen salah satunya partai politik yang mempunyai peranan dalam fungsinya sebagai sarana pendidikan politik kepada masyarakat. Lebih lanjut Probo menjelaskan tentang politik yang sesungguhnya ialah konsepsi yang baik dengan tujuan utama adalah menyejahterakan rakyat dan untuk membangun itu semua diperlukan dialog bersama terutama kepada masyarakat yang berfikiran kurang tepat terhadap politik sehingga akan timbul keselarasan yang baik dan dapat kembali kepada konsepsi politik yang tepat. Saksikan selengkapnya video Talkshow KPU Kebumen Menyapa Ep.37, melalui tautan ini: https://youtu.be/7fntYsZAwgM

Pertemuan Keempat Kursus Demokrasi dan Pemilu

Kebumen – KPU Kebumen kembali selenggarakan kursus kepemiluan bagi para siswa yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor KPU Kebumen, Kamis (24/2), di Ruang Rapat Kantor KPU Kebumen Pada pertemuan kali ini Bapak Solahudin, ST Anggota KPU Kabupaten Kebumen Divisi Hukum hadir sebagai narasumber dan membawakan materi tentang Pemangku Kepentingan dalam Pemilu dan Penyelenggara Pemilu. Solahudin menyampaikan bahwa dalam konteks pembahasan Pemangku Kepentingan (stakeholders) yang dimaksud dalam pembahasan adalah individu atau kelompok yang memiliki kepentingan, mempengaruhi atau dipengaruhi dan memberikan dampak/terkena dampak dalam aktivitas pemilu. Hal ini dibedakan menjadi 3 kategori yaitu Stakeholders Kunci (Pemerintah, Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan), Stakeholders Utama (Pemilih, Peserta Pemilu dan Penyelenggara Pemilu), Stakeholders Pendukung (Organisasi Masyarakat/LSM, Perguruan Tinggi dan Media Massa). Lebih lanjut, Solahudin menjelaskan tentang penyelenggara pemilu secara lebih rinci diantaranya tugas dan fungsi DKPP, KPU dan Bawaslu, jumlah keanggotaan pada setiap tingkatan dan Kode Etik yang menjadi pedoman perilaku bagi Penyelenggara Pemilu agar memilik integritas dan professional. Para peserta Kursus Demokrasi dan Pemilu nampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari antusiasme peserta dalam bertanya kepada pemateri.

Pencalonan Anggota Legislatif

Kebumen – Talkshow KPU Kebumen Menyapa kali ini mengusung tema “Pencalonan Anggota Legislatif” dengan menghadirkan narasumber Anggota KPU Kabupaten Kebumen, Bapak Danang Munandar, SE dan dipandu langsung oleh Putri Alifiani Solikhah, Jumat (18/2). Sebagaimana diketahui bahwa telah ditetapkan hari pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, yang artinya bahwa Tahapan Pemilu dan Pemilihan akan dimulai salah satunya yaitu tahapan pencalonan. Menanggapi hal tersebut, Danang menyampaikan bahwa sampai saat ini masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Tahapan, Program, dan Jadwal sebagai dasar acuan dalam pelaksanaan setiap tahapan. Lebih lanjut Danang menjelaskan tentang syarat yang dibutuhkan untuk mencalonkan diri, diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 21 tahun yang merupakan anggota dari partai politik dan terdaftar sebagai pemilih. Mekanisme yang baik dalam tahapan pencalonan juga sangat berpengaruh bagi lancarnya pelaksanaan pemilu. Diakhir dialog Danang berharap warga Kebumen untuk aktif berpartisipasi dalam politik sebagai rasa kepemilikan terhadap bangsa dan negara khususnya  untuk Kabupaten Kebumen dan salah satu bentuknya dapat aktif sebagai pemilih, penyelenggara maupun peserta pemilu. Saksikan selengkapnya video Talkshow KPU Kebumen Menyapa Ep.36, melalui tautan ini: https://youtu.be/SBFZai_kfkA    

Pertemuan Ketiga Kursus Demokrasi dan Pemilu

Kebumen – KPU Kebumen kembali selenggarakan kursus kepemiluan bagi para siswa yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor KPU Kebumen, Kamis (17/2). Berbeda dengan suasana pada pertemuan sebelumnya, pada pertemuan ketiga ini, kursus kepemiluan bertempat di Ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang merupakan pusat edukasi kepemiluan dan demokrasi KPU Kabupaten Kebumen. Ketua KPU Kebumen, Yulianto, S.Kom, M.Kom hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi tentang Sistem Pemilu di Indonesia dan Tahapan Pemilu dan Pemilihan. Yulianto menyampaikan bahwa Sistem Pemilu yang digunakan diseluruh dunia sangat variatif. Sebuah negara dengan karakter demografis dan geografis yang sama belum tentu menganut sistem pemilu yang sama. Negara yang menganut bentuk dan sistem pemerintahan yang sama belum tentu juga mengadopsi sistem pemilu yang sama, demikian pula sebaliknya. Lebih lanjut, Yulianto juga memaparkan tahapan apa saja dalam Pemilu dan Pemilihan khususnya persiapan Pemilu dan Pemilihan Serentak yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 dan 27 November 2024 mendatang. Para peserta Kursus Demokrasi dan Pemilu nampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari antusiasme peserta dalam bertanya kepada pemateri.

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara