Berita Terkini

DPB Kebumen Triwulan I Tahun 2022 sejumlah 1.035.267 pemilih

Kebumen – KPU Kebumen menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan I Tahun 2022, Jumat (25/03), di Kantor KPU Kebumen. Rapat secara daring dan dihadiri oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kebumen, Bawaslu Kebumen, Kodim 0709, Polres  serta perwakilan Partai Politik se-Kabupaten Kebumen. Yulianto S.Kom, M.Kom Ketua KPU Kebumen membuka acara Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2022 yang kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Anggota KPU Kebumen Divisi Perencanaan, Program dan Data, Dzakiatul Banat, SE, M.Pd terkait hasil Rekapitulasi Data Pemilih Berkelanjutan Periode Maret 2022. Dalam paparannya Banat menyampaikan bahwa pada DPB Periode Maret 2022 ini KPU Kebumen mendapat masukan data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal dunia dari Bawaslu Kebumen sebanyak 37 orang. Namun dari data tersebut yang memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti sebanyak 24 orang, sedangkan 1 orang tidak ditemukan di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 12 orang lainnya sudah di ditindaklanjuti diperiode sebelumnya. Selain data yang didapat dari Bawaslu Kebumen terdapat juga 115 orang tidak memenuhi syarat (TMS) karena meninggal dunia dan penambahan pemilih baru sebanyak 9 orang. Sehingga jumlah DPB Kabupaten Kebumen di akhir Triwulan I Tahun 2022 (Bulan Maret) sejumlah 1.035.267 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 521.627 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 513.640 pemilih. Lebih lanjut Banat menjelaskan beberapa kendala dalam proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan ini seperti diantaranya tidak adanya penyelenggara Adhoc untuk membantu proses verifikasi faktual dan partisipasi masyarakat untuk melaporkan data baik MS, TMS maupun ubah data masih sangat kurang. Namun dengan adanya kerjasama antar lembaga diharapkan dapat membantu pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.   BA Pleno Maret 2022. UNDUH DISINI.

Ngobrol Bareng Bawaslu Kebumen

Kebumen – Sebagai salah satu pemangku kepentingan terhadap jalanan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan, Talkshow KPU Kebumen Menyapa Episode ke-40 kali ini hadirkan Ketua Bawaslu Kebumen Arif Supriyanto, S.Sos sebagai narasumber yang dipandu langsung oleh Dyah Ayu Kartika Dewi, Jumat (25/3) Dalam menanggapi keadaan dimana masih banyaknya masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu yang beranggapan bahkan menyatakan bahwa peran Bawaslu dalam ajang Pemilu maupun Pemilihan kurang strategis terutama dalam penindakan pelanggaran, Arif menyampaikan bahwa sejauh ini yang menjadi utama dalam menjalankan tugas yaitu bertindak sesuai dengan regulasi yang ada, tidak melebihi kewenangannya dan memaksimalkan kewenangan yang dimiliki. Upaya-upaya yang dilakukan Bawaslu memang kurang populis namun yang menjadi fokus adalah mengedepankan upaya pencegahan sebelum terjadinya pelanggaran. Lebih lanjut Arif juga menjabarkan adanya proses dan kaidah yang harus dilakukan tentunya tidak hanya oleh Bawaslu semata tetapi juga pihak kepolisian maupun kejaksaan dalam menangani pelanggaran-pelanggaran yang terjadi karena tidak semua pelanggaran dapat di tindak secara langsung. Sebagai upaya dalam menyukseskan Pemilu dan Pemilihan baik secara prosedural maupun secara substansial, Arif berpesan agar sahabat pemilih dapat bijak dalam penggunaan teknologi di era digital ini, dan menghilangkan pragmatisme dalam menentukan pilihan. Saksikan selengkapnya video Talkshow KPU Kebumen Menyapa Ep.40, melalui tautan ini: https://youtu.be/I6O6d2-6pOs

Penutupan Kursus Demokrasi dan Pemilu

Kebumen – Telah selesaikan program kursus kepemiluan bagi para siswa yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL), KPU Kebumen mengadakan evaluasi sekaligus menutup kursus demokrasi dan pemilu, Jumat (24/3), di Ruang Rapat Kantor KPU Kebumen. Sehari sebelumnya KPU Kebumen sudah melaksanakan post-test terlebih dahulu, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta mengerti dan memahami materi yang telah disampaikan selama kursus demokrasi dan pemilu. Agus Hasan Hidayat, S.Si., M.T, Anggota KPU Kabupaten Kebumen Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM hadir menyampaikan hasil dan mengevaluasi kursus demokrasi dan pemilu yang sudah diikuti selama hampir 2 (dua) bulan ini. Agus menjabarkan bahwa secara keseluruhan hasil dari post-test peserta mengalami peningkatan yang lumayan signifikan dibandingkan pada saat mengikuti pre-test dan sangat mengapresiasi semangat dari para peserta selama mengikuti kursus. Meskipun masih ada pertanyaan yang sampai dengan pelaksanaan post-test banyak yang belum bisa menjawab dengan tepat. Hal ini menjadi evaluasi bagi peserta dan catatan penting khususnya KPU agar kedepannya dapat lebih baik lagi dalam pemberian materi maupun pelaksanaan kursus. Lebih lanjut para peserta kursus saling berbagi kesan selama mengikuti kursus. Banyak dari peserta menyampaikan bahwa kursus demokrasi dan pemilu yang mereka ikuti merupakan hal baru bagi mereka dan menjadikan pengalaman yang sangat berharga saat melaksanaan PKL di Kantor KPU Kebumen. Acara ditutup dengan pemberian sertifikat dan berfoto bersama.

Penguatan Sistem Implementasi Pemilu dan Pilkada

Kebumen – Ketua KPU Kabupaten Kebumen hadiri undangan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan Penguatan Sistem Implementasi Pemilu dan Pilkada yang bertajuk “Kesiapan Menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024”, Jumat (22/3) bertempat di Ruang Kahyangan, Hotel Le Beringin, Salatiga. Mengawali acara tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Drs. Akhmad Rofai, M. Si menyampaikan latar belakang kegiatan kegiatan Penguatan Sistem Implementasi Pemilu dan Pilkada ini untuk mewujudkan Pemilu dan Pilkada yang berintegritas yaitu dengan memperhatikan regulasi yang jelas, peserta pemilu yang kompeten, pemilih yang cerdas, birokrasi yang tertib dan juga penyelenggaraan pemilu yang professional. Dalam panel diskusi Asisten 1 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Yulianto Prabowo M.Kes memaparkan salah satu ukuran Pemilu dan Pilkada berjalan sukses yaitu partisipasi politik masyarakat yang telah mempunyai hak pilih terfasilitasi. Hal ini sesuai dengan tujuan negara untuk memfasilitasi rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang tertinggi. Untuk itu diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat mensinergikan antar lembaga dan antar penyelenggara Pemilu untuk menyongsong Pemilu dan Pilkada 2024. Lebih lanjut Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat menjelaskan perlunya memperhatikan desain surat suara dan pengadaan serta distribusi logistik dengan memetakan hambatan atau kendala seperti cuaca, demografi, dan lain-lain. Yulianto juga menyampaikan saat ini KPU sedang merancang Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) secara matang untuk persiapan penggunaan regulasi untuk Pemilu dan Pilkada 2024. Sementara itu Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Subkhi turut menegaskan bahwa memaknai Pemilu bukan saja soal teknis penyelenggaraan saja, namum secara substansi juga penting yaitu dengan memastikan masyarakat tersalurkan hak konstitusinya. Menutup panel diskusi, Akademisi Universitas Diponegoro, Dr. Fitriyah MA menjabarkan Kompleksitas Pemilu dan Pilkada diantaranya pelaksanaan yang bersamaan dalam 1 tahun dengan rentang waktu pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 280 hari sehingga memungkinkan terjadi irisan tahapan Pemilu dan Pilkada, selain itu juga terkait personel baru yang belum berpengalaman sebagai penyelenggara. Namun dengan adanya kerjasama antar lembaga dalam mengatasi permasalahan-permasalahan diharapkan dapat menciptakan kondusifitas penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada.

Mahasiswa dan Pemilu

Kebumen – Usai hadirkan para partai politik yang ada di Kabupaten Kebumen, Talkshow KPU Kebumen Menyapa Episode 39 kali ini menghadirkan Ilman Agil Ramadhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman sebagai narasumber dan dipandu langsung oleh Marsvino Al Badri, Jumat (18/3). Diawal dialog Ilman Agil Ramadhan atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Ilman menyampaikan hal apa saja yang ia pelajari di program studi ilmu politik yang menjadi fokus studi yang ia ambil. Meski masih muda dan belum banyak pengalamannya dalam mengikuti pesta demokrasi tetapi Ilman memiliki banyak sekali pandangan yang terbuka dan visioner terhadap pemilu. Seperti saat dia ditanya tentang pemimpin seperti apa yang diinginkan, Ilman menyampaikan bahwa dirinya menginginkan pemimpin yang berintegritas dan berkapabilitas sehingga saat seorang pemimpin memiliki kedua hal tersebut dapat menjadi pegangan untuk nasib rakyat, karena bagaimanapun bagi mereka yang terpilih ialah dia yang akan merepresentasikan rakyat sehingga diharapkan bisa benar-benar mengerti kondisi rakyat yang sesungguhnya. Lebih lanjut Ilman juga menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam menanggulangi rendahnya partisipasi masyarakat yaitu dengan berani kritis terhadap segala kebijakan maupun aspirasi yang perlu untuk disampaikan kepada para pemimpin sehingga mendorong masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap haknya. Saksikan selengkapnya video Talkshow KPU Kebumen Menyapa Ep.39, melalui tautan ini: https://youtu.be/HLD754LVu1c

Pertemuan Ketujuh Kursus Demokrasi dan Pemilu

Kebumen – KPU Kebumen kembali selenggarakan kursus kepemiluan bagi para siswa yang sedang melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor KPU Kebumen, Rabu (17/3), di Ruang Rapat Kantor KPU Kebumen. Yulianto, S.Kom, M.Kom kembali hadir sebagai narasumber dan pada pertemuan kali ini membawakan materi tentang Kesuksesan Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Yulianto menyampaikan bahwa indikator kesuksesan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan tidak dapat disamakan melainkan tergantung dengan lembaga maupun seseorang yang menilainya. Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan bahwa tolok ukur sukses penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yaitu jika pemilu dan pemilihan dapat sukses secara prosedural dan substansial. Sukses prosedural terbagi dalam 3 bagain yaitu Azas (Jurdil dan Luber), Prinsip (mandiri, berkepastian hukum, tertib, terbuka, dll) dan Tahapan (persiapan dan pelaksanaan). Sedangkan Sukses Substansial diantaranya pemilih memahami keadaulatan, partisipasi masyarakat tinggi dan penyelenggara yang kredibel. Jika hal tersebut tersebut dapat terlaksana dengan baik dan sesuai peraturan yang berlaku maka penyelenggaraan pemilu dan pemilihan dapat dikatakan sukses.

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara